Ditemukan Surat Suara Terpotong di Ende

Kompas.com - 05/03/2009, 17:18 WIB

ENDE, KAMIS — Dari proses penyortiran surat suara pemilu legislatif untuk anggota DPRD Kabupaten Ende banyak ditemukan dalam keadaan terpotong dan robek.

"Kerusakan surat suara umumnya terpotong menjadi dua, juga ada yang tiga bagian. Selain itu juga ditemukan surat suara yang robek. Jumlahnya cukup banyak mencapai 80 lembar," kata anggota Divisi Logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ende, Jamal Umar, Kamis (5/3), di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Di kantor KPU Kabupaten Ende sampai hari ini masih berlangsung proses penyortiran surat suara. Penyortiran dan pelipatan surat suara itu dimulai hari Senin (2/3) lalu dengan mengerahkan 100 personel dari Kepolisian Resor (Polres) Ende dan Brigade Mobil (Brimob).

Jamal menjelaskan, surat suara yang dipasok untuk anggota DPRD Ende itu sebanyak 326 dus atau 163.000 lembar. Akan tetapi, setelah dilakukan penyortiran jumlah surat suara hanya mencapai 162.060 lembar. Jadi, ada kekurangan sebanyak 940 lembar, 80 lembar di antaranya yang ditemukan rusak.

Berdasarkan data dalam surat pengiriman, total surat suara yang dipasok ke Ende sebanyak 655.500 lembar atau 1.311 dus, yakni untuk anggota DPR, DPRD NTT, DPRD Kabupaten Ende, dan DPD. Diperkirakan proses penyortiran dan pelipatan surat suara itu selesai 10 hari lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau